Judi Online Makin Menyebar, Kenapa Seolah-olah Didiamkan?

Sering artikelku di Kompasiana disikapi oleh mereka yang pasarkan judi online, terhitung menyertakan link situs atau aplikasinya. Rupanya tidak di artikelku, artikel rekan-rekan Kompasianer sempat merasainya.

Kupikir mereka hanya menghujani komentar di artikel maya, tapi saat ini mereka makin berani pasarkan aktivitas judi langsung ke individu melalui nomor hape.

Ada 4x nomor WA yang kublokir karena pasarkan judi online. Permulaannya saya tidak berprasangka jelek. Kupikir satu diantaranya rekan blogger atau rekan lainnya yang menyapaku, karena saya jarang taruh nomor.

Tapi saat si pengirim itu yang jalan beraga dekat ajakku ikut slot judi dengan penawaran promo dan lainnya, saya selekasnya sedih, memblok, dan memberi laporan nomor itu ke proses whatsapp.

Bukan hanya melalui WA, mereka pasarkan judi melalui pesan SMS.

Saya tidak bisa protes atau bertanya darimanakah mereka dapat nomorku. Karena ada banyak program dan situs pemerintah yang kecurian data, bisa jadi data pribadiku terhitung no hapeku sudah mengambil langkah bebas di dunia maya.

Ini sebetulnya menyebalkan, tapi sayang pemerintah keliatannya tidak banyak berbuat membuat pelindungan data individual penduduknya.

Balik lagi ke permasalahan judi online. Ada promosi judi online yang terus-terusan, seterusnya situs slot online dan aplikasi rtp 798 yang menebar dimanapun.

Membuatku menanyakan mengapa ini seolah-olah didiamkan seperti totoakurat.

Kejadian ini sudah lumayan lama dan saat ini semakin menyebar, mereka menargetkan pasar barisan usia 20 sampai 40 tahunan. Ada yang membungkusnya dengan penawaran investasi, ada juga yang terang-terangan menjelaskan sebagai judi online menjalar.

Situs Judi Online Makin Menyebar